Laman

Kamis, 05 Juli 2012

Artikel: PROSPEK BAHASA ARAB DALAM MENGEMBANGKAN PARIWISATA DI LOMBOK - NUSA TENGGARA BARAT


PROSPEK BAHASA ARAB DALAM MENGEMBANGKAN PARIWISATA
DI LOMBOK -  NUSA TENGGARA BARAT
Nasarudin
Dosen Tetap Prodi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Mataram

Pendahuluan
Pulau Lombok merupakan salah satu pulau yang berada di Indonesia. Pulau Lombok adalah salah satu dari gugusan kepulauan Nusantara yang terletak di sebelah timur Pulau Bali dan sebelah barat Pulau Sumbawa. Di sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa dan Samudara Hindia di sebelah selatan. Luas pulau ini mencapai 5.435 km².  Di pulau Lombok terdapat berbagai macam suku, agama, budaya dan adat istiadat. Sebagian besar penduduk pulau ini didiami oleh suku sasak yang merupakan penduduk asli dan beberapa penduduk imigran seperti Suku bugis, Bali, Jawa, Sumbawa, Arab, dan Cina. Lapangan pekerjaan utama masyarakat Lombok adalah petani, nelayan, kerajinan tangan, pertukangan, dan jual-beli.[1]
Kebudayaan suku Sasak hampir sama dengan Bali. Kebudayaan Bali dapat ditemukan di Lombok tapi tidak sebaliknya, kebudayaan Lombok tidak ada ditemukan di Bali. Kemiripan budaya Lombok dan Bali memberikan keuntungan tersendiri bagi Lombok terutama dalam pengembangan pariwisata, dan juga memberikan dampak negatif, para wisatawan tidak begitu mengenal Lombok, padahal tempat pariwisata yang ada di Lombok tidak kalah bagus dengan Bali. Lombok adalah tempat dengan pariwisata yang paling lengkap dari gunung sampai pantai, nuansa pariwisata Bali ada di Lombok, tapi nuansa pariwisata Lombok tidak ada di Bali.[2]
Namun setelah diresmikannya bandara internasional Lombok (BIL) yang mulai beroprasi tanggal 1 Oktober tahun 2011 menjadi harapan baru terhadap perkembangan pariwisata di Lombok, karena akses kunjungan wisatawan dapat langsung ke Lombok tanpa transit di Bali. Keadaan ini secara langsung dapat memberikan riak perkembangan pariwisata di NTB khususnya di Lombok. Dan terbukti pada tahun 2011 kunjungan wisatawan asing meningkat sebesar 22,26 porsen dari tahun sebelumnya, terlebih dengan dicanangkannya program visit Lombok Sumbawa (VLS) tahun 2009-2012 yang menargetkan kunjungan sejuta wisatawan, dan pada tahun 2011 sebanyak 886.880 wisatawan berkunjung ke Lombok dan 364.196 di antaranya adalah wisatawan asing.[3]
Lombok yang terbagi dalam empat kabupaten dan satu kota (Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah dan Lombok Timur) mempunyai tempat-tempat wisata yang indah, seperti Senggigi, Gili Terawangan, Gili Air, Gili Menu, Sendanggile, Taman Nasional Gunung Rinjani, Danau Segara Anak, Kebon Raya Lombok Narmada, Lingsar, Suranadi, Batu Bolong, Pantai Sire, Pantai Aan, Pantai Kuta, Rambitan/Sade, Joben, Lemor, Gili Lampu dan lain-lain. Dari tempat wisata ini, Senggigi menjadi pusat wisata dan paling banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun asing. Pulau Lombok akan menjadi tujuan wisata alternatif setelah Bali yang lebih dulu mendunia.
Selain dikenal menjadi daerah wisata Lombok juga terkenal dengan daearah seribu masjid karena mayoritas penduduknya beragama Islam dan memiliki banyak masjid dan mushalla/langgar, bahkan di Gili Terawangan yang dikenal dengan daerah Eropa Lombok terdapat sebuah masjid. Phenomena ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing terutama wisatawan dari Negara-negara Arab, seperti Saudi Arabia, Quwaid, Iran, Yordania, Mesir, Maroko dan sebagainya. Dan bahkan pemerintah NTB telah bekerjasama dengan investor Emirat Arab (Emaar) membangun megaproyek kawasan wisata Pantai Mandalika senilai 15 triliun rupiah.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), 15.114 warga Arab Saudi telah berwisata ke Indonesia selama dua bulan pertama 2012. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun 2011 yang hanya mencatatkan 11.094 wisatawan. BPS juga mencatat adanya peningkatan kunjungan wisatawan Arab Saudi ke Indonesia sebesar 21,69 persen (83.815 orang) selama tahun 2011, dibandingkan periode tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 68.878 orang.[4]
Peningktan Kunjungan wisatawan Arab ke Indonesia termasuk ke Lombok menjadi hal yang menarik untuk kalangan dunia pendidikan, terutama program studi pendidikan bahasa Arab (PBA) karena prodi ini adalah tempat suplai penyediaan sumber daya manusia yang sanggup berkominikasi menggunakan bahasa Arab, karena para wisatawan Arab membutuhkan pemandu wisata ketika mengunjungi daerah-daerah wisata di Lombok.
Perguruan tinggi di Lombok yang menaungi prodi PBA masih terbatas. Salah satu perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Muhammadiyah Mataram Fakultas Agama Islam. Program studi ini berdiri pada tanggal 5 Mei 2012, berdasarkan SK Dirjen Pendis Nomor: Dj.I/219/2010.  Dan salah satu misinya adalah membekali mahasiswa dengan kemampuan berbahasa Arab yang memungkinkan mereka berpeluang untuk menjadi guide (pemandu). Mereka dibekali dengan kemahiran dan kompetensi berbahasa Arab sehingga mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Arab dengan lisan dan tulisan.
Wisatawan yang berasal dari Timur Tengah akan merasa terbantu jika dipandu oleh pemandu yang bisa berbahasa Arab, sebagaimana yang diceritakan oleh Ayip Rasidi seorang dosen Bahasa Arab, ketika di Surabaya bertemu dengan rombongan wisatawan dari Saudi Arabia yang akan menuju Lombok. Para wisatawan tersebut sanggup membayar mahal jika dia mau menjadi pemandu mereka ketika berada di Lombok, namun karana ada kesibukan lain dia tidak dapat menemani para wisatawan tersebut untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di Lombok.
Berdasarkan kejadian tersebut, kehadiran bahasa Arab sangat dibutuhkan dalam mengembangkan pariwisata di Lombok. Bahasa Arab harus menjadi bahasa komunikasi kedua setelah bahsa Inggris dalam pengembangan pariwisata di Lombok, sehingga penyedia jasa transportasi dan akomodasi harus menyiapkan SDM yang mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Arab.
Peluang ini harus diproyeksi secara baik oleh prodi pendidikan Bahasa Arab, bekerjasama dengan pihak penyedia jasa tersebut dalam bentuk pelatihan atau kursus pendek bahasa Arab kepada mereka, sehingga wisatawan yang berasal dari Timur Tengah merasa kerasan dan nyaman berada di Lombok. Kesan baik wisatawan ini akan menjadi media promosi yang segnifikan untuk menarik kunjungan wisatawan lain dari Timur Tengah datang ke Lombok. Hal ini akan membantu pemerintah yang telah melakukan promosi. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah dan Garuda Indonesia Jeddah menyelenggarakan Pameran Pariwisata Indonesia (PPI) di Aziz Mall Jeddah pada tanggal 26-27 April 2012. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan dan memeromosikan pariwisata Indonesia kepada warga Arab Saudi. Dan pada tanggal 28 April diselenggarakan table top meeting oleh biro perjalanan Indonesia dan Arab Saudi di Hotel Le Meridien Makkah. Pihak Indonesia memberikan hadiah berupa tiket perjalanan Jeddah-Jakarta-Lombok-Jeddah.[5]
Lombok sebgai Daerah Pariwisata
Pemerintah Provinsi  NTB menjadikan pariwisata sebagai sektor utama untuk dikembangkan, karena memberikan kontribusi terbesar bagi pendapatan daerah. Pariwisata di NTB layak untuk dikembangkan Karena memiliki objek wisata yang indah terutama tempat-tempat wisata yang ada di pulau Lombok. Objek wisatannya tersebar dalam empat kabupaten dan satu kotamadya.
Pariwisata di Lombok berkembang sangat pesat, terlihat dari banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Lombok, dan sebagai tolok ukur perkembangan pariwisata adalah meningkatnya jumlah kunjungan wisata, karena dengan peningkatan jumlah wisatawan yang datang akan diikuti oleh perkembangan akomodasi dan transportasi sebagai prasarana pariwisata, dan pembangunan wilayah sesuai dengan kebutuhan pelayanan bagi wisataawan.
Lombok memiliki banyak tempat wisata, yang selama ini dikunjungi oleh para wisatawan. Secara garis besar wisatawan terbagi dalam dua kategori yaitu wisatawan budaya dan wisatawan etik. Wisatawan Budaya yaitu wisatawan yang hanya ingin menikmati suasana lingkungan budaya yang eksotik melalui kegiatan-kegiatan mengunjungi obyek-obyek rekreasi, gedung-gedung dan tempat bersejarah, hash-hash karya seni, pertunjukan yang eksotik, atau membebaskan diri dari kurungan struktur-struktur kehidupan sehari-hari dengan cara pergi ke tempat-tempat rekreasi untuk rileks dengan menghilang-kan identitas dirinya.
Sedangkan Wisatawan Etnik yaitu wisatawan yang tidak hanya ingin menikmati sesuatu yang eksotik, sebagaimana, dijajakan oleh biro-biro perjalanan dan oleh para penjaja budaya, tetapi lebih dari itu menuntut pula untuk menikmati suatu suasana atau lingkungan budaya yang otentik atau yang asli (Bukan dibuat-buat atau dipoles).[6]
Berikut ini penulis akan memaparkan objek wisata yang ada di pulau Lombok mulai dari kotamadya Mataram sampai dengan kabupaten Lombok Timur
Objek Wisata Kota Mataram[7]
Pertama. Museum Nusa Tenggara Barat. Museum ini diresmikan pada tanggal 23 Januari 1982, berada di bawah pengawasan pemerintah. Museum ini terletak di jalan Panji Tilar Negara Tanjung Karang, Kecamatan Ampenan, sekitar 5 km dari Mataram. Museum ini secara khusus mengumpulkan dan menyimpan benda-benda bersejarah maupun karya-karya seni dan budaya masyarakat NTB. Berikut beberapa benda yang terdapat di museum ini yaitu: keris bergagang emas, 1.239 naskah-naskah yang ditulis diatas daun lontar, kitab suci yang di tulis tangan ratusan tahun yang lalu, jenis-jenis mata uang dari jaman dulu sampai sekarang, hasil kerajinan suku sasak, dan miniature replika Taman Nasional Gunung Rinjani, Candi Borobudur dan Candi Perambanan, dan lain-lain. Museum ini bayak dikunjungi oleh wisatawan lokal, dan tidak begitu banyak dikunjungi oleh wisatawan asing.
Kedua. Makam Loang Baloq, berada di Kelurahan Tanjung Karang, Ampenan, Kota Mataram. Komplek makam itu tidak jauh dari pusat kota Mataram, hanya sekitar tiga kilometer. Untuk menuju komplek makam Loang Balok, sangat mudah, karena kompek makam dan pantai Ampenan hanya terbelah oleh jalan lingkar Kota Mataram yang sudah beraspal. Makam Loang Baloq merupakan sebuah komplek pemakaman. Di komplek makam itu telah bersemayam puluhan jasad dan di lingkungan makam ditumbuhi sejumlah pohon kamboja layaknya pemakaman-pemakaman pada umumnya. Namun, dari makam -makam yang ada,  ada tiga makam yang dikeramatkan. Makam tersebut satu diantaranya berada di dalam lubang besar yang terbentuk dari akar-akar pohon beringin, satu lainnya di lubang sisi lain, dan satu lainnya lagi disamping pohon beringin. Makam yang berada di lubang persis di bagian bawah pohon beringin adalah makam Maulana Syech Gaus Abdurrazak,  sedangkan di lubang bagian samping makam Anak Yatim dan di bagian luar masih disamping pohon beringin terdapat makam Datuk Laut. Makam-makan tersebut hingga kini sering  dikunjungi para peziarah dari Pulau Lombok maupun dari daerah lain. 
Ketiga. Taman Mayura, dibangun oleh AA Ngurah Made Karangasem pada tahun 1744, yang berlokasi di Cakranegara, sekitar 2,5 km dari kota Mataram. Taman ini semula bernama Kelepug yang diambil dari suara kelepug-kelepug sungai akibat derasnya mata air yang ada di telaga tersebut. Setelah direnovasi oleh Raja Mataram AA Ngurah Karangasem pada tahun 1866 kemudian nama Kelepug diganti menjadi Mayura yang berarti burung merak dalam bahasa Sanskerta. Konon di taman ini banyak terdapat burung merak yang memangsa ular yang hidup berkeliaran di taman tersebut. Di tengah-tengah taman ini terdapat bale kambang yang berfungsi sebagai pengadilan rakyat yang dipakai untuk mengadili suatu perkara pada zaman penjajahan Belanda. Saat ini taman tersebut ramai dikunjungi oleh muda mudi yang sedang kasmaran karena tempat ini sangat bagus dan indah. Di dalam taman ini terdapat beberapa pura yang digunakan sebagai tempat persembahyangan bagi penganut agama Hindu dan upacara agama lainnya. Selain itu kolam yang berada di taman ini dijadikan sebagai tempat memancing.
Keempat. Pura Meru. Pura ini dibangun pada tahun 1720 oleh AA Ngurah Gede Karang Asem yang berfungsi sebagai pusat persembahyangan bagi umat Hindu yang berada di kawasan Cakranegara dan sekitarnya. Pura ini merupakan pura terbesar yang ada di Lombok yang terdiri dari tiga bangunan besar, di tengah bersusun sebelas, sedangkan di kanan dan kirinya bersusun sembilan yang melambangkan Brahma, Wisnu dan Iswara.
Kelima. Makam Jendral Van Ham. Pada tanggal 5 Juli 1894, ekspedisi Belanda yang dipimpin oleh komandannya jendral J.A Vetter dan wakilnya Mayor Jendral P.P.H Van Ham tiba dipelabuhan Ampenan. Dalam ekspedisi inilah terjadi pertempuran pertempuran antara pasukan pendudukan Belanda dengan pasukan kerajaan Mataram yang menewaskan Mayor Jendral Van Ham. Kemudian jenazah Van Ham dimakamkan dekat pemakaman Umat Hindu di Karang Jangkong sekitar 1 km dari Mataram. Sampai saat ini makam ini masih ada dan sering dikunjungi oleh warga Belanda yang kebetulan singgah di kota Mataram atau memang sengaja berkunjung melihat makam tersebut.
Objek Wisata di Lombok Barat[8]
Pertama. Pantai Senggigi, merupakan objek wisata yang terkenal dan populer di wilayah Nusa Tenggara Barat. Pantai berpasir putih ini mempunyai daya tarik yang luar biasa bagaikan magnet yang menarik wisatawan datang berkunjung untuk menikmati pesona alami pantai ini. Wisatawan tertarik menugnjungi pantai ini karena  memang sangat cocok untuk menghabiskan liburan baik bersama kekasih, teman ataupun keluarga. Ombak yang menggulung jernih menghempas menyapu pasir putih yang lembut. Kesejukan dan keteduhan bersandar di bawah pohon yang rindang, tiupan angina semilir menyapa menerbangkan tipa helai rambut dan menerbangkan kelelahan yang bersemayam dalam tubuh. Laut biru dan pamandangan perbukitan hijau siap menyambut pandangan memberikan keteduahan dalam hati.
Kedua. Pura Batu Bolong, yang terletak agak menjorong kelaut. Pure Batu Bolong merupakan tempat suci bagi para penganut agama Hindu yang digunakan sebagai tempat persembahyangan, tempat diadaknnya berbagai macam upacara keagaman umat hindu. Pure ini dinamakan pure batu bolong karena didalam pure ini terdapat batu yang berlubang yang disebabkan oleh terjangan ombak yang menghempas batu karang sehingga mengakibatkan batu tersebut berlubang.
Ketiga. Pura Lingsar (Pura Kerukunan Umat Beragama) di bangun pada tanggal 1714 oleh AA Ngurah Karang Asem. Pura ini digunakan oleh pemeluk agama Hindu dan Islam wetu telu untuk merayakan upacara keagamaan. Islam wetu telu dapat dikatakan sebagai pemeluk agama Islam yang belum sempurna, hal ini disebabkan karena penyebaran agama Islam ke daerah ini masih belum sempurna. Tempat ini juga sering digunakan sebagai tempat pemujaan dan ritual keagamaan. Selain itu tempat ini sering dijadikan sebagai tempat semedi oleh orang-orang Hindu dengan cara berdiam diri disana selama beberapa hari dan apabila keinginannya tercapai dia akan kembali untuk melakukan ritual dengan membawa sesajen berupa hasil usahanya.
Di pura ini terdapat dua tempat peribadatan, satu untuk penganut Hindu dan satunya lagi untuk penganut Islam wetu telu. Hal ini menggambarkan keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama. Di tempat ini juga setiap tahunnya sering diadakan “perang topat” yang dilakukan oleh masyarakat sekitar dengan cara melepar satu sama lain dengan menggunakan ketupat.
Keempat. Taman Narmada, luasnya sekitar 2 ha dibangun pada tahun 1727 oleh Raja Mataram Lombok, Anak Agung Gede Ngurah Karang Asem, sebagai tempat upacara Pakelem yang diselenggarakan setiap purnama kelima tahun Caka (Oktober-November). Taman Narmada terletak di Desa Lembuah, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, sekitar 10 kilometer sebelah timur Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Selain tempat upacara, Taman Narmada juga digunakan sebagai tempat peristirahatan keluarga raja pada saat musim kemarau. Nama Narmada diambil dari narmadanadi, anak sungai Gangga yang sangat suci di India. Bagi umat Hindu, air merupakan suatu unsur suci yang memberi kehidupan kepada semua makhluk di dunia ini.
Kelima. Suranadi, merupakan sebuah tempat yang layak dikunjungi karena di tempat ini terdapat beberapa objek yang bagus seperti terdapat hotel tua Belanda dengan kolam renang air mancur, dan terdapat kolam yang dianggap suci yang dihuni oleh ikan-ikan yang dianggap keramat.
Keenam. Daya Tarik Hutan Pusuk, yang lebih dikenal sebagai mongkey forest ini merupakan sebuah hutan hujan tropis yang di huni oleh monyet-monyet liar. Walaupun liar tetapi monyet ini sangat jinak. Hutan ini dijadikan objek wisata karena mempunyai potensi yang luar biasa.
Ketujuh, Desa Banyumulek, merupakan pusat penghasil kerajinan gerabah yang ada di Lombok. Desa ini merupakan salah satu tujuan yang wajib anda kunjungi apabila anda ingin mengetahui dan mengenal lebih jauh mengenai hasil kerajinan tradisional masyarakat pulau Lombok ini. Proses pengerjaan kerajinan ini masih sangat sederhana dan tradisional dengan menggunakan alat-alat yang masih sederhana dan biasanya pengerjaan mengabisakan waktu selama 3-4 hari. Dan proses pewarnaannya masih menggunakan dedaunan. Bentuk dari hasil kerajinan ini berupa binatang (gajah, ular, tokek, cicak), hiasan dinding (tulisan kaligrafi dan lain-lain), perabot rumah tangga (vas bunga, tempat lili, celengan, lampu dan masih banyak lagi yang lainnya.
Kedelapan. Desa Gunungsari, merupakan salah satu desa penghasil kerajinan yang terbuat dari bambu yang ada di Lombok. Proses pengerjaan sangat sederhana dan melalui beberapa tahap antara lain mulai dari penjemuran, pemotongan, pembuatan rangka sampai pewarnaan. Bebrapa hasil kerajinan ini berupa kursi, meja, lemari, dipan, ayunan bayi dan lain-lain. Tempat kerajinan ini juga sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara.
Objek Wisata Lombok Timur[9]
Pertama. Pantai Kaliantan, Pantai Kaliantan merupakan salah satu kawasan wisata dibagian selatan Kabupaten. Lombok Timur tepatnya di wilayah Kecamatan Jerowaru. Pantai Kaliantan dapat ditempuh melalui rute perjalanan dari Kota Mataram kearah Timur menuju Kabupaten Lombok Timur dengan waktu tempuh satu jam dilanjutkan ke arah Selatan melalui Kecamatan Sikur – Sakra – Keruak – Jerowaru – Pemongkong – Kaliantan dengan tambahan waktu tempuh kurang lebih 90 menit. Waktu tempuh untuk mencapai pantai Kaliantan dari pusat Kecamatan Jerowaru sekitar 30 menit dengan jarak tempuh ± 23 km, dan dari Bandara 2,5 jam dengan jarak tempuh ± 92 km. Selain daya tarik panorama alam pantai Kaliantan maka salah satu Atraksi Wisata yang dimiliki Pantai Kaliantan adalah adanya kegiatan seremonial budaya berupa upacara Bau Nyale. Bau Nyale merupakan pesta rakyat untuk menangkap hewan laut berupa/sejenis cacing laut. Acara ini berlangsung antara bulan Februari – Maret dimana hampir sebagian penduduk pulau Lombok datang ke pantai ini untuk mengikuti berbagi rangkaian acara yang diselenggarakan oleh sebagian masyarakat Lombok, Nyale atau hewan laut sejenis cacing ini menurut kepercayaan sebagian masyarakat sekitar memiliki khasiat dan dapat membawa berkah, misalnya akan dapat mengusir berbagai macam penyakit/hama tanaman yang ada di ladang, sehingga dipercaya dapat meningkatkan hasil pertanian.
Daya tarik wisata lain dari Pantai Kaliantan ini adalah kondisi fisik kawasan pantai yang memiliki ciri khas antara lain : Jenis material pasir yang warna dan bentuknya menyerupai merica, serta terumbu karang yang masih menampakkan kelestariaanya sehingga menjadi obyek bagi kegiatan snorkling dan gelombang laut yang cukup memadai untuk berselancar.
Kedua. Tanjung Bloam, merupakan daerah konservasi penyu yang berhabitat di sekitar tebing-tebing dan sepanjang garis pantai yang membentang dari ujung selatan dan Utara. Lokasi Tanjung Bloam ini dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda empat sampai ke lokasi tujuan. Tanjung Bloam dapat ditempuh melalui route yang sama dengan Pantai Kaliantan, karena jaraknya relatif dekat dari Pantai Kaliantan.
Ketiga. Gili Sunut, terletak di Dusun Temeak Desa Pemongkong Kec. Jerowaru. Gili Sunut merupakan Kawasan yang memiliki garis sejajar dengan Kawasan Tanjung Ringgit. Kondisi fisik kawasan pantai ini cenderung landai, berpasir putih dengan tekstur butiran seperti merica dengan karakter air yang tidak berombak dan relatif tenang, karena terdapat pulau-pulau/gili-gili kecil sebagai penghalang ombak samudra Indonesia/Hindia. Kondisi inilah yang sangat mendukung untuk pengembangan atraksi wisata berupa rafting, banana split atau kegiatan wisata pantai, menyelam, maupun sekedar menikmati panorama pemandangan alam. Di tengah pantai terdapat tiga pulau yang oleh masyarakat setempat disebut dengan Gili Petelu.
Keempat. Tanjung Ringgit (Pantai Fotografer), berada di ujung timur selatan Pulau Lombok, Tanjung Ringgit menghadap ke pulau Sumbawa. Alamnya sungguh menakjubkan, indah, dengan jalan yang berliku dan cukup sulit. Di sekitar Tanjung Ringgit terdapat rangkaian goa-goa peninggalan jaman Jepang, sebagai jejak pendaratan Jepang Dalam Perang Dunia II sekitar tahun 1942. Pada waktu itu Jepang mendarat di Wilayah Pemongkong Tanjung Ringgit dan menguasai daerah sekitarnya, untuk menghadapi serangan sekutu,tentara Jepang membangun jalur bawah tanah dan goa-goa disekitar wilayah tersebut sebagai pertahanan, yang sampai saat ini jalur bawah tanah dan goa tersebut masih ada, dan dikenal dengan nama Goa Jepang/Tangsi.
Kelima. Tanjung Perak dan Tanjung Cina, Kawasan ini merupakan kawasan pantai yang terletak paling ujung Selatan wilayah Kab. Lombok Timur, tepatnya berada dalam wilayah Kec. Jerowaru dan Desa wilayah Kecamatan. Jerowaru dan Desa Pemongkong. Tanjung Perak dan Tanjung Cina merupakan kawasan pantai berdataran tinggi / bukit dengan topografi berupa tebing-tebing curam. Kawasan ini dapat dicapai dengan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat desa atau kurang lebih 2,5 jam dari Bandara sekitar dan berjarak lebih kurang ±90 km. Tanjung Perak dan Tanjung Cina menyuguhkan pemandangan pantai dengan nuansa lain, karena dari lokasi ini dapat dilihat panorama Samudera Indonesia atau dikenal dengan Samudra Hindia.
Dari ketinggian topografi bukit karang yang dimiliki .Tebing-tebing ini merupakan pemandangan alam yang menarik untuk dinikmati, disamping karena strukturnya yang eksotik sebagai hasil bentukan alam, tetapi juga tekstur batuannya penyusunnya memiliki gradasi warna yang menarik. Selain panorama alamnya, kawasan Tanjung Perak dan Tanjung Cina ini memiliki obyek lain yang dapat dijadikan tujuan wisata.
Keenam. Pantai Ekas, merupakan salah satu Kawasan Pantai dengan kondisi pantai berupa Teluk. Kondisi pantai kawasan ini merupakan pantai yang berpasir putih terhampar luas dengan ombak kecil. Kawasan ini juga merupakan kawasan yang sebagian lokasinya merupakan kawasan hunian nelayan. Potensi yang dapat dikembangkan adalah kegiatan wisata alam/pantai dengan aktifitas wisata seperti penyelaman dangkal (diving) dan menikmati panorama pantai dengan seluruh aktivitas yang ada. Fasilitas pendukung yang dapat dikembangkan dikawasan ini terutama adalah akomodasi wisata serta fasilitas dan utilitas pendukung lainnya seperti prasarana jalan, perdagangan dan komunikasi.
Kawasan Wisata pantai Teluk Ekas terletak pada ujung selatan Lombok Timur terletak di Desa Pemongkong Kec. Jerowaru Kab. Lombok Timur. Jarak tempuh kurang lebih selama 15 menit dari pusat Kota Kecamatan ke arah selatan dan kira-kira dari bandara Selaparang berjarak tempuh 2 jam dengan jarak tempuh ± 80 km. Teluk Ekas merupakan kawasan yang berada dalam satu jalur dengan wisata pantai Surga, Pantai Kaliantan, dan Pantai Cemara.
Ketujuh. Pantai Surga, kawasan pantai ini merupakan salah satu kawasan pantai yang berada satu jalur dengan kawasan pantai Ekas. Pantai ini mempunyai panorama alam yang mempesona, dengan kawasan pantai berpasir putih dengan granular pasir seukuran biji merica. Dengan kondisi dan panorama alam yang cukup menarik maka pantai surga mempunyai potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. Selain potensi alam kawasan Pantai ini memiliki potensi ekonomi unggulan yaitu budi daya mutiara dan rumput laut yang dikelola oleh beberapa Perusahaan yang bermitra dengan masyarakat setempat.
Kedelapan. Gili Bagek/Gili Kondo. Pulau kecil ini terletak di Perairan Kecamatan Sambelia (50km utara kota Selong) dan dapat dicapai melalui pantai Transat di Kecamatan Sambelia (sekitar 25 menit) dan pelabuhan Kayangan Labuhan Lombok (sekitar 45 menit). Meski di pantai transat pasirnya berwarna hitam namun di Gili Lampu dan beberapa gili di sekitarnya berpasir putih.
Keseembilan. Gili Sulat dan Gili Lawang. Gili Sulat adalah sebuah pulau kecil yang terletak 1,5 km di sebelah timur laut Pulau Lombok. Pulau yang memiliki panjang maksimum 5,2 km ini secara administratif termasuk wilayah Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Sejauh 500 meter di sebelah barat laut ini terdapat Pulau Gili Lawang.
Gili Sulat dan Gili Lawang merupakan pulau kecil (gili) yang sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai tujuan wisata alamkarena memiliki potensi berupa hutan bakau dan taman bawah laut yang sangat indah. Keseluruhan kedua gili ini terdiri dari hutan bakau namun sebenarnya ada juga sebagian kecil yang merupakan pasir putih, dan pada musim tertentu kawanan lumba-lumba akan menampakkan diri di daerah ini.
Kesepuluh. Lembah Hijau, terletak di Desa Ijobalit kecamatan Labuhan Haji sekitar 7 km arah Timur kota Selong, Lombok Timur. Di Lembah hijau ini terdapat beberapa berugak yang merupakan tempat untuk bersantai menikmati kehijauan alam yang mempesona memukau menyejukkan hati. Kehijauan kolam renang berukuran besar yang dikelilingi pepohonan yang berbaris mengelilingi kolam renang. Tidak hanya itu di tempat ini juga terdapat warni-warni bunga yang menghiasinya.
Kesebelas. Sembalun, merupakan desa yang terkenal dengan pemandangan alamnya yang luar biasa. Dengan berkunjung ke desa ini anda bisa mendapatkan beberapa hal baru yang akan membuat warna baru dalam hidup anda. Sembalun merupakan salah satu gerbang menuju puncak Gunung Rinjani dan danau Segara Anak, selain itu sembalun juga mempunyai banyak kebudayaan salah satunya adalah Bale Baleq yang merupakan kebudayaan dari masa lampau yang masih terus dilestarikan sampi sekarang dan beberapa sejarah tentang kebudayaan Islam serta kerajaan Majapahit.
Kedua belas. Aiq Temer Waterfall, air terjun ini terletak di Desa Kembang Kuning  Kecamatan Sikur. Dekat dengan desa Tete Batu sekitar kaki Gunung Rinjani. Objek wisata ini berada pada ketinggian 600-1000 meter dari permukaan laut dengan temperature 150c-250c. Air terjun ini dikelilingi oleh pemandangan alam yang sungguh luar biasa. Air terjun yang dingain dan segar dikelilingi tumbuhan hijau yang lebat. Di samping itu terdapat fauna monyet hitam yang menghuni hutan ini.
Ketiga belas. Otak Kokoq, objek wisata ini berada di Lunggu, Desa Montong Betok Kecamatan Montong Gading sekitar 40 Km dari kota Mataram. Otak kokoq merupakan objek wisata yang terkenal dengan air terjunnya yang dipercaya dapat menyembuhan berbagai macam penyakit kulit. Untuk membuktikan adanya suatu penyakit pada seseorang air terjunnya akan berubah menjadi keruh seperti Lumpur dan apabila airnya jernih maka tidak ada penyakit pada orang itu.
Objek wisata di Lombok Utara[10]
Petama. Air Terjun Sendang Gila adalah atraksi paling terkenal di taman nasional Gunung Rinjani. Terletak sekitar 600 meter di atas permukaan laut, air terjun Sendang Gile dapat dicapai dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak dari Desa Senaru dengan waktu tempu sekitar 20 menit. Desa Senaru merupakan akses utama ke Taman Nasional Gunung Rinjani. Sendang Gile merupakan air terjun yang terletak di Lombok Utara. Waktu yang diperlukan sekitar 2 jam dari Mataram. Air terjun Sendang Gila adalah air terjun di lereng utara Rinjani, dekat desa Senaru, indah dan menakjubkan dengan alam sekitarnya. Air terjun ini merupakan salah satu air terjun yang menjadi incaran bagi para pecinta alam. Kesegaran air yang jatuh dari ketinggian 31 meter ini memberikan nuansa alam sejati. Di kelilingi dengan berbagai macam tumbuhan dan pepobonan membuat suasana semakin sempurna, suasana dingin menyelimuti tubuh, rasakan ketenangan alami dengan suara bisikan air terjun yang berjatuhan mendamaikan hati. 
Kedua. Air Terjun Tiu Kelep. Lokasi air terjun ini sekitar 1 km dari air Terjun Sendang Gile. Nuansa ini akan menghilangkan segala beban dan kepenatan dalam benak anda.  Keberadaan air terjun ini menjadi salah satu objek andalan di pulau Lombok karena memiliki potensi keindahan alam yang luar biasa.
Ketiga. Pantai Sire, dengan hamparan pasir putih sepanjang pantai, pohon-pohon berbaris di pinggir dengan riangnya. Segarnya udara akan berhembus menyapa. Keindahan pemandangan alami akan menghiasi pandangan mata.
Keempat. Air Terjun Gangga. Satu lagi keindahan yang tersembunyi di Pulau Lombok ini. Air Terjun Gangga menawarkan pemandangan alami luar biasa selama di perjalanan sampai mencapai di objek ini. Anda akan terkagum dengan keindahan alam yang nampak hijau kebiru biruan. Air terjun Gangga ini memiliki dua tingkatan dengan tiga lokasi air terjun dua di atas dan satunya lagi berada di bawah. Hamparan pemandangan akan terlihat indah kehijauan menyejukkan hati, perbukitan biru membatasi pandangan. Pemandangan dari atas Air Terjun ini sangat mempesona berupa hamparan sawah, perbukitan, serta lautan lepas. Segala kelelahan anda akan terbayar dengan suasana menakjubkan setibanya di kawasan Air Terjun Gangga ini. Dari Kota Mataram menuju lokasi air terjun membutuhkan waktu sekitar 1 jam 30 menit dengan jarak tempuh sekitar 50 km ke arah utara dengan menggunakan kendaraan roda dua atau menggunakan kendaraan.
Objek Wisata Lombok Tengah[11]
Pertama. Desa Sade dan Rembitan, merupakan rumah khas tradisional Lombok yang teretak di areal perbukitan sekitar 18 km barat daya kota Praya kecamatan Pujut. Objek wisata menawarkan keaslian gaya hidup masyarakat sasak tempo dulu dengan rumah lumbung. Masyarakat setempat ahli menenun kain berupa produk songket motif lokal dijual dengan harga bersaing. Pengunjung yan tertarik menyaksikan cara pembuatan tenun songket dan ingin menikmati alam desa setempat dalam jangka waktu lama bisa berkunjung langsung. Desa rambitan/sade yang terkenal dengan rumah tradisional suku sasak. Di desa ini terdapat penyimpanan padi yang disebut lumbung. Dan Yang paling unik dari tempat ini adalah lantain rumah yang terbuat dari kotoran hewan yang dicampur dengan tanah liat hal ini dimaksudkan untuk mengusir nyamuk atau lalat, kemudian atapnya terbuat dari jerami dan semua kamar memiliki bagian dan fungsi seperti tangganya yang berjumlah tiga buah anak tangga yang memiliki makna yang sakral bagi penduduk setempat.
Kedua. Desa Sukarara kecamatan Jonggat yang merupakan desa tempat penenun membuat kain songket ini, berlokasi sekitar 3 Km barat kota Praya. Songket merupakan kain tenun tradisional sasak yang terkenal di Nusa Tengara Barat bahkan sampai keluar daerah dan mancanegara.
Ketiga.  Kuta. Seperti pantai kuta di Bali, Kuta Lombok juga ramai dikunjungi wisatawan baik lokal maupun asing. Pada waktu-waktu tertentu, gelombang laut cukup tinggi dan cocok dimanfaatkan untuk surfing. Di sebelah timurnya, terdapat sebuah hutan bakau kecil telah menunggu. Berperahu di sekitar hutan kecil ini sangat menyenangkan, karena gelombangnya relatif kecil sehingga perahu dapat dikendalikan dengan mudah. Pantai dengan pemandangan indah alami ini terletak di desa Kuta kecamatan Pujut sekitar 27 km dari kota praya ke selatan. Air lautnya yang jernih dihuni oleh berbagai jenis ikan dan terumbu karang yang bisa dinikmati dengan berenang, snorkeling atau menyelam.
Keempat. Pantai Seger (Pantai Legenda Putri Nyale). Bila melalui garis pantai, pantai seger terletak sangat dekat dengan Kuta. Namun bila melewati jalan beraspal menjadi cukup jauh karena harus mengambil jalur memutar. Pantai seger juga dikenal sebagai pantai putrid nyale, dimana setiap tahun sekitar bulan februari diadakan ritual bau nyale.
Kelima. Pantai Tanjung A’an. Lokasi pantai ini tidak jauh dari pantai Kuta hanya 3 km kearah timurnya. Suasana alaminya indah dan pengunjung bisa menghabiskan waktu di pantai ini untuk berenang, memancing, dan berjemur. Pantai ini memiliki karakteristik gelombang yang relatif tenang. Di bagian timur, membentang pantai panjang dengan butir pasir berukuran merica berwarna kekuningan, karena itu sering disebut pasir lada. Sedangkan dibagian barat, terpisah oleh sebuah tanjung kecil, membentang sebuah pantai yang lebih panjang lagi dengan ukuran butir pasir yang sangat halus menyerupai tepung dan berwarna putih.
Keenam. Teluk Gerupuk. Disebut teluk Gerupuk karena berlokasi di desa Gerupuk, hanya 9 km dari Kuta ke timur. Penduduk setempat bermatapencaharian sebagai nelayan, budi daya rumput laut, dan membesarkan hasil tangkapan menggunakan bagang apung dan keramba, terkadang menyewakan perahu saat pengunjung ingin menikmati dunia surfing.
Ketujuh. Pantai Mawun, Pantai ini seperti teluk berbentuk busur dengan lengkungan yang dalam. Bukit-bukit yang mengapit pantai berubah warna seiring musim. Pada musim hujan warna didominasi hijau vegetasi yang tumbuh subur oleh adanya air hujan, sedangkan pada musim kemarau akan tampak warna kecoklatan.
Kedelapan. Pantai Selong Belanak. Dikawasan pantai ini merupakan tempat bermukimnya para nelayan dengan aneka warna warni perahu yang tertambat. Berlokasi di desa Selong Belanak kecamatan Praya Barat hanya 34 Km dari kota Praya. Keunikan pantai ini pasirnya berwarna putih yang mengkilap kalau diterpa panasnya sinar matahari.
Kesemblan.   Air Terjun Benang Stokel, Berlokasi di desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara, sekitar 22 Km dari kota Praya. Airnya yang jernih dan dingin jatuh dari ketinggian 20 meter melalui celah bebatuan yang ditutupi berbagai jenis tumbuhan membentuk dinding hijau hingga ke jeram, dimana terdapat kolam kecil tempat pemandian. Air berjatuhan saling mendahului, bersemburan ke bawah dan menimbulkan suara bak air yang sedang mendidih. Penduduk setempat meyakini bahwa air tersebut bisa menyembuhkan penyakit.
Kesepuluh. Air Terjun Benang Kelambu. Air terjun ini bagaikan kelambu yang menggantung di atas udara, tertiup angina segar membentuk panggung panorama yang sungguh mempesona. lokasinya hanya 1 Km dari air terjun Benang Stokel, bisa ditempuh dengan kendaraan kemudian pengunjung berjalan di jalan setapak di tengah hutan yang dihuni oleh kera berekor panjang untuk menuju lokasi. Airnya yang dingin mengalir dari celah-celah bebatuan dari ketinggian 35 meter.
Kesebelas. Pemandian Aiq Bukaq. Objek wisata tertua di kabupaten Lombok Tengah dibangun sekitar tahun 1970, berupa kolam pemandian yang dikelilingi hutan hijau dengan suasana alam yang segar. Airnya jernih dengan beragam tempat untuk mandi.
Bahasa Arab Menjadi Bahasa Alternatif Pariwisata
Bahasa Arab adalah sistem lambang dan bunyi, dalam bentuk huruf hijaiyah dan abjadiyah, bersifat arbitrer yang sudah disepakati dan digunakan oleh komunitas Arab untuk bekerja sama, berkomunikasi dan mengidentifikasi diri.[12] Bahasa Arab merupakan bahasa pertama dan tertua di muka bumi, bahkan disinyalir sebagai bahasa yang digunakan oleh nenek moyang manusia yaitu Adam. Dugaan ini merupakan hasil interpretasi dari firman Allah dalam al Qur’an surat al-Baqarah ayat 31 berbunyi وَعَلَّمَ آدَمَ الأسْمَاءَ كُلَّهَا (artinya: Allah mengajarkan Adam nama-nama semua semua sesuatu). Namun yang pasti, bahasa Arab termasuk rumpun besar bahasa Semit yang bersumber dari nama putra Nabi Nuh yang bernama Sam, karena setelah tragedi banjir bandang menimpa kaum Nabi Nuh, sumber bahasa mengacu pada putra Nabi Nuh yaitu Sam, Ham dan Yafis.
Bahasa Arab terbagi dua yaitu bahasa Arab Selatan dan bahasa Arab Utara. Bahasa Arab Selatan disebut juga bahasa Himyaria yang dipakai di Yaman dan Jazirah Arab Tenggara. Bahasa Himyaria ini terbagi dua yaitu bahasa Sabuia dan bahasa Ma’inia. Sedangkan bahasa Arab Utara merupakan bahasa wilayah tengah Jazirah Arab dan Timur Laut. Bahasa ini dikenal dengan bahasa Arab Fusha yang hingga saat ini. Maka jika dilihat dari segi penggunaannya, maka bahasa Arab dibagi dua, yakni bahasa ammiyah dan bahasa fusha. Bahasa Arab ammiyah, bahasa yang dipakai untuk berkomunikasi sehari-hari, sedangkan bahasa Arab fusha merupakan bahasa resmi seperti bahasa Al Quran dan Hadis.[13]
Bahasa Arab menjadi bahasa Internasional semenjak diakui oleh PBB pada tahun 1974, dan digunakan oleh masyarakat dunia terbesar kelima setelah bahasa mandarin, bahasa Ingris, bahasa Hindi, dan bahasa Spanyol. Digunakan oleh 300 juta sebagai bahasa komunikasi sehari-hari, atau total 400 juta jika ditambah pemakai sebagai bahasa kedua dan bahasa asing. Negara-negara penggunanya mencakup: Arab Saudi, Aljazair, Bahrain, Chad, Komoro, Djibouti, Mesir, Eritrea, Irak, Israel, Yordania, Kuwait, Lebanon, Libya, Maroko, Niger, Oman, Palestina, Qatar, Somalia, Sudan, Syria, Tunisia, Uni Emirat Arab, Sahara Barat, Yaman, Mauritania, Senegal, dan Mali.[14]
Bahasa Arab juga digunakan sebagai bahasa resmi dalam pertemuan-pertemuan OKI (Organisasi Konferensi Islam) yang meliputi 45 negara Islam atau yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Bahasa Arab juga dipakai sebagai bahasa resmi Islamic World League, dan Organisasi Persatuan Afrika (OPA).
Di Indonesia bahasa Arab diposisikan sebagai bahasa asing meskipun penduduknya mayoritas beragama Islam, dan menjadi sumber adopsi/serapan terbesar untuk literatur bahasa Indonesia, sekitar 16 persen baik bunyi dan maknanya sebagaimana aslinya seperti kata abadi, atau bunyi dan maknanya tidak sesuai dengan aslinya seperti kata keparat (bentuk cacian dalam bahasa Indonesia, berasal dari  kata kafarah dalam bahasa Arab yang berarti tebusan), atau bunyinya tetap tapi maknanya tidak sesuai aslinya seperti kata muslihat berarti tipu daya dalam bahasa Indonesia sedangkan dalam bahsa Arab berarti kebaikan, atau maknanya tetap tapi bunyinya tidak sesuai degan aslinya seperti kata masalah berasal dari kata mas’alah dalam bahasa Arab.
Bahasa Arab telah diperkenalkan di Indonesia secara turun menurun, karena ia menajadi bahasa ritual ibadah dan menjadi alat memahami buku klasik yang berbahasa Arab. Dan pada saat ini bahasa Arab telah diajarkan secara formal dari jenjang pendidikan dasar sampai jenjang pendidikan tinggi, baik pada lembaga pendidikan umum maupun lemabaga pendidikan Islam (madrasah dan PTAI/perguruan tinggi agama Islam).
Di Pulau Lombok terdapat ratusan sekolah/madrasah dan puluhan perguruan tinggi yang memasukan bahasa Arab ke dalam kurikulumnya, ditambah dengan puluhan pondok pesantren dan madrasah diniyah sebagai lembaga pendidikan nonformal yang mengkaji dan mempelajari bahasa Arab secara khusus dan ditail. Maka akan memungkinkan penduduk di Lombok mampu berbahasa Arab, meskipun pasif. Sehingga mereka mampu berkomunkasi dengan wisatawan dari Timur Tengah.
Kunjungan wisatawan yang berasal dari Saudi Arabia ke Indonesia mencapai 20.000 orang tiap tahunnya[15], akan semakin banyak ditambah dengan wisatawan dari negara Arab lainnya, dan memungkinkan mereka berkunjung ke Lombok karena Lombok mempunyai daya tarik tersendiri sebagai daerah pariwisata di tengah masyarakat yang kental dengan nilai Islam, terlebih propinsi NTB dipimpin oleh putra Lombok seorang doktor terbaik alumni Universitas Al-Azhar Mesir. Maka sangat dibutuhkan penyambutan hangat dari tuan rumah dengan menyiapkan SDM yang menguasai bahasa Arab, terutama untuk pemandu, jasa akomudasi dan transportasi.
Usaha Prodi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Mataram dalam Mengembangkan Bahasa Arab Menjadi Bahasa Alternatif Pariwisata
Prodi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Mataram sebagai komponen yang terkait langsung dengan pengembangan bahasa Arab menjadi bahasa pariwisata di Lombok harus merencanakan program-program yang brilian yang dapat menunjang eksistensi bahasa Arab menjadi alat komunikasi dalam bidang pariwisata. Program tersebut harus menyentuh tenaga-tenaga yang terlibat langsung dengan jasa pariwisata seperti tenaga akomudasi (perhotelan, biro tour dan trevel, dan shoping center) dan tenaga transportasi (taksi dan bus). Bentuk kongkrit program yang mungkin dilaksanakan berupa kursus kilat dan pelatiahan bahasa Arab, bekerjasama dengan dinas pariwisata setempat dengan melibatkan pihak-pihak yang mempunyai akses langsung terhadap pengmbangan pariwisata Lombok.



[1] Wisatapulaulombok.com, Tentang Pulau Lombok, 25 Mei 2012
[2] Lombok Post, Kamis 31 Mei 2012, Pariwisata Lombok Paling Lengkap, h.10
[3] Berita Satu.com, kamis 12 Januari 2012, Kunjungan Wisatawan ke Lombok Meningkat, 24 Mei 2012
[4] Pewarta Indonesia.com, Jumat 4 Mei 2012, Pameran Pariwisata Digelar di Arab Saudi: Bidik Wisatawan Arab Saudi Ke Indonesia, 24 Mei 2012
[5] Jaring News.com, Rabu 2 Mei 2012. Pameran Pariwisata Bidik Wisatawan Arab Saudi. 24 Mei 2012
[6] MacCannel, The Tourist: A New Theory of the Leisure Class yang dikutip oleh HD Kaelany, 2004. Pariwisata Dalam Pandangan Islam. Jakarta : Misaka Galiza,
[7] Wisata Pulau Lombok.com, Wisata Kota Mataram, 25 Mei 2012
[8] Wisata Pulau Lombok .com, Wisata Kabupapaten Lombok Timur
[9] Wisata Pulau Lombok.com, Wisata Lombok TImur, 25 Mei 2012
[10] Wisata Pulau Lombok, Wisata Lombok Utara, 25 Mei 2012
[11] Wisata Pulau Lombok.com, Wisata Lombok Tengah, 24 Mei 2012
[12] Abdul Chaer, Psikolinguistik Kajian Teoritik (Jakarta : Rineka Cipta, 2006), h.1
[13] Basuni Imanuddin, Sejarah Bahasa Arab, www.arabsejarah.com, 29 Mei 2012
[14] BeritaUnik, 13 Januari 2011, Sepuluh Bahasa yang Paling Banyak Digunakan, 29 Mei 2012
[15] alriyadh.com, جريدة الرياض: زيادة حجوزات السعوديين إلى ماليزيا وتركيا وأندونيسيا وانخفاضها للدول العربية, 29 Mei 2012

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar